Dinamakan qalbu karena ia selalu berbolak-balik. Sabda Rasulullah SAW menjelaskan, ia seumpama bulu di pucuk pohon yang terombang-ambing oleh hembusan angin, terombang-ambing diantara pilihan takwa atau fujur, haq dan bathil, suci atau lumuran kotoran, iman atau kufur, meraih ridha Allah atau terbujuk bualan setan. Kebahagiaan menjadi milik mereka yang menyucikannya, kesengsaraan adalah ganjaran setimpal bagi siapapun yang mengotorinya. Memenangkan kesucian hati menjadi perjuangan abadi anak-anak Adam dalam rangka melawan iblis. Menata hati jadi perhatian utama Rasulullah SAW, sahabat dan generasi utama islam sebagai kelanjutan perjuangan panjang mencapai puncak kebahagiaan dengan iman. TEriring do'a "Wahai Dzat yang membolak-balikkan hati, teguhkanlah hati kami pada agama-Mu" untuk selalu mencari ilmu agama-Mu, mengurai jalan menata hati serta mengasah cermin jiwa agar bisa menatap kebenaran hakiki menuju kebahagiaan disini dan disisi-Nya nan abadi. Wahai saudaraku jangan tunda waktu untuk sama-sama mendekatkan diri kepada sang Khaliq Maha Pencipta Alam Semesta.
Dala surat Al-Baqarah, Artinya : "Kehidupan dunia dijadikan dalam pandangan orang-orang kafir, dan mereka memandang hina orang-orang yang beriman. Padahal orang-orang yang bertaqwa itu lebih mulia daripada mereka dihari kiamat. Dan Allah memberi rezeki kepada orang-orang yang dikehendaki-Nya tanpa batas. (Al-Baqarah : 212)
Kehidupan dunia ini dijadikan indah pada perasaan dan menurut pandangan orang-orang kafir. Semunya itu indah adalah hawa nafsunya dari syaitannya yang senantiasa bisikan kedalam hati agar mereka sesat. Orang-orang kafir yang tidak mendapat petunjuk dari Allah, mendapat tempat yang didalammnya terdapat berbagai kebebasan, pergaulan bebas, minuman keras, obat terlarang, adalah tempat yang terbaik bagi mereka. Alasan mereka mendatangi tempat-tempat itu untuk menghilangkan kejenuhan dan stres akibat bekerja seharian dan alasan-alasan yang tidak masuk akal. Mreka beralasan bahwa kenikmatan dunia harus dinikmati karena di dunialah segalanya terdapat kenyataan. Sementara kehidupan di akhirat diabaikan, urusan akhirat urusan nanti, dan belum tentu kebenarannya.
Apabila orang beriman yang menyampaikan kebenaran dari Allah, hak dikatakan hak, yang batil dikatakan batil, mereka tidak suka akan hal itu bahkan mereka membalikkan dengan hinaan dan olok-olok. Pembangkangan orang-orang kafir terhadap kebenaran yang datannya dari Allah jelas-jelas disebutkandalam Al-Qur'an :
Artinya : "Sesungguhnya orang-orang kafir, sama bagi mereka, kamu beri peringatan atau tidak kamu beri peringatan, mereka tidak akan beriman"(Al-Baqarah : 6).
Mengapa orang-orang kafir tidak mau beriman kepada Allah? Karena Allah telah mengunci mati hati mereka, sehingga tidak ada keinginan bagi mereka untuk menerima kebenaran yang datannya dari Allah, sebagaimana dijelaskan dalam ayat selanjutnya :
Artinya : "Allah telah mengunci mati hati dan pendengaran mereka, dan penglihatan mereka ditutup. Dan bagi mereka siksa yang amat berat." (Al-Baqarah : 7)
Syaitan dalam upayanya membuat sesuatu menjadi indah dalam pandangan orang-orang kafir melalui propaganda-propaganda, banyak digunakan di berbagai hal dan macamnya. Apabila ada orang yang memberikan ceramah-ceramah agama dan mengajak mereka untuk meniti ke jalan yang benar sesuai dengan tuntunan Allah, maka ajakan-ajakan seperti dianggap barang yang membosankan, kita orang kolot ketinggalan zaman kemajuan ala barat. Hanyalah orang-orang yang bertaqwa yang senantiasa waspada dalam kehidupannya dan tidak memandang kehidupan di dunia ini menjadi segala-galanya, karena dalam pandangannya kehidupan yang kekal abadi setelah dunia ini dan yang fana ini yaitu kehidupan yang kekal abadi (Akhirat). Marilah kita selalu berdo'a, agar keimanan kita tidak pernah pudar dalam mendekatkan diri kita kepada Allah SWT dengan penuh kesadaran dan keikhlasan dan disegerakkan. Dan Firman-Nya : "Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertaqwa. "(Al-Imran : 133)
Wallahualam
sumber : Bulletin Alfalah Edisi ke-325/XII/2011
Dala surat Al-Baqarah, Artinya : "Kehidupan dunia dijadikan dalam pandangan orang-orang kafir, dan mereka memandang hina orang-orang yang beriman. Padahal orang-orang yang bertaqwa itu lebih mulia daripada mereka dihari kiamat. Dan Allah memberi rezeki kepada orang-orang yang dikehendaki-Nya tanpa batas. (Al-Baqarah : 212)
Kehidupan dunia ini dijadikan indah pada perasaan dan menurut pandangan orang-orang kafir. Semunya itu indah adalah hawa nafsunya dari syaitannya yang senantiasa bisikan kedalam hati agar mereka sesat. Orang-orang kafir yang tidak mendapat petunjuk dari Allah, mendapat tempat yang didalammnya terdapat berbagai kebebasan, pergaulan bebas, minuman keras, obat terlarang, adalah tempat yang terbaik bagi mereka. Alasan mereka mendatangi tempat-tempat itu untuk menghilangkan kejenuhan dan stres akibat bekerja seharian dan alasan-alasan yang tidak masuk akal. Mreka beralasan bahwa kenikmatan dunia harus dinikmati karena di dunialah segalanya terdapat kenyataan. Sementara kehidupan di akhirat diabaikan, urusan akhirat urusan nanti, dan belum tentu kebenarannya.
Apabila orang beriman yang menyampaikan kebenaran dari Allah, hak dikatakan hak, yang batil dikatakan batil, mereka tidak suka akan hal itu bahkan mereka membalikkan dengan hinaan dan olok-olok. Pembangkangan orang-orang kafir terhadap kebenaran yang datannya dari Allah jelas-jelas disebutkandalam Al-Qur'an :
Artinya : "Sesungguhnya orang-orang kafir, sama bagi mereka, kamu beri peringatan atau tidak kamu beri peringatan, mereka tidak akan beriman"(Al-Baqarah : 6).
Mengapa orang-orang kafir tidak mau beriman kepada Allah? Karena Allah telah mengunci mati hati mereka, sehingga tidak ada keinginan bagi mereka untuk menerima kebenaran yang datannya dari Allah, sebagaimana dijelaskan dalam ayat selanjutnya :
Artinya : "Allah telah mengunci mati hati dan pendengaran mereka, dan penglihatan mereka ditutup. Dan bagi mereka siksa yang amat berat." (Al-Baqarah : 7)
Syaitan dalam upayanya membuat sesuatu menjadi indah dalam pandangan orang-orang kafir melalui propaganda-propaganda, banyak digunakan di berbagai hal dan macamnya. Apabila ada orang yang memberikan ceramah-ceramah agama dan mengajak mereka untuk meniti ke jalan yang benar sesuai dengan tuntunan Allah, maka ajakan-ajakan seperti dianggap barang yang membosankan, kita orang kolot ketinggalan zaman kemajuan ala barat. Hanyalah orang-orang yang bertaqwa yang senantiasa waspada dalam kehidupannya dan tidak memandang kehidupan di dunia ini menjadi segala-galanya, karena dalam pandangannya kehidupan yang kekal abadi setelah dunia ini dan yang fana ini yaitu kehidupan yang kekal abadi (Akhirat). Marilah kita selalu berdo'a, agar keimanan kita tidak pernah pudar dalam mendekatkan diri kita kepada Allah SWT dengan penuh kesadaran dan keikhlasan dan disegerakkan. Dan Firman-Nya : "Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertaqwa. "(Al-Imran : 133)
Wallahualam
sumber : Bulletin Alfalah Edisi ke-325/XII/2011

Tidak ada komentar:
Posting Komentar