Pages

Jumat, 11 Mei 2012

Kumpulan Tausyiah Singkat (Bag. III)

 TAUSYIAH- ...Dan apa yang kamu berikan berupa zakat yang kamu maksudkan untuk mencapai keridaan Allah, maka (yang berbuat demikian) itulah orang-orang yang melipat gandakan (pahalanya).(QS. Ar-Ruum [30]: 39)

TAUSYIAH-Benih-benih kebaikan dunia adalah buah-buah surga. Barangsiapa mengarungi lautan panas perbuatan baik di dunia, maka ia bisa beristirahat dibawah rindangnya nikmat-nikmat Allah SWT di akhirat kelak.

TAUSYIAH-Manusia yg paling dicintai Allah SWT adalah yg paling bermanfaat. Amal yg paling dicintai Allah adalah kebahagiaan yang engkau rasukkan pada seorang Muslim, menghilangkan kesusahannya, membayar hutangnya & menghilangkan rasa laparnya...(HR. Ibnu Abi Dunya, hasan)

Kumpulan Tausyiah Singkat (II)

TAUSYIAH-Gunakanlah setiap kesempatan untuk berbuat kebaikan semaksimal mungkin. Jangan biarkan ia berlalu seperti angin berhembus yg hanya meninggalkan penyesalan di kehidupan akhirat.(zakatinfakcom)

TAUSYIAH-Maka bagi orang yg mampu memulai kebaikan, seyogianya ia segera melaksanakannya, karena itu termasuk kesempatan waktunya & keuntungan kemampuannya. Jangan ia menunda karena percaya akan mampu melaksanakannya.

Kamis, 15 Maret 2012

Tetap Merdeka Walau Dalam Penjara

Cermin Buya Hamka

Kegiatan Dakwah Buya Hamka sempat terhenti ketika ia dipaksa berpisah dengan keluarga dan para jamaah yang mencintainya. Rezim yang berkuasa saat itu menjebloskannya ke penjara selama dua tahun lebih.

Syafruddin Prawiranegara, seorang tokoh Masyumi yang pernah mendirikan Pemerintah Darurat Republik Indonesia (PDRI) di Sumatera Barat pernah menyatakan bahwa, "selama di penjara, Natsir, Prawoto, Sjahrir, Mochtar Lubis dan Buya Hamka di-strom agar mengaku berbuat yang tidak-tidak".

Bagi siapapun orangnya, berada dalam pendara tentu merupakan pengalaman yang tidak menyenangkan namun dengan lantang Buya Hamka justru menyatakan : "Penjara bukan sekedar tempat tahanan tetapi adalah Universitas Kedua".

Selasa, 31 Januari 2012

Kumpulan Tausyiah Singkat


Hai orang-orng yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat) dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.(Q.S. Al-Hasyr 59:18)

Kami letakkan timbangan yang benar pada hari kiamat, sehingga tidak ada satu jiwa pun yang akan dirugikan dan jika (amalan itu) hanya seberat biji sawi sekali pun pasti Kami akan memberinya balasan. Maka cukuplah Kami sebagai pembuat perhitungan.(Q.S. Al-Anbiyaa 21:47)

Seseorang yang sempurna akalnya ialah yang suka menilai dirinya dan selalu beramal untuk menambah bekal untuk akhiratnya.(Hadist dari Abu Jala bin Aus RA diriwayatkan oleh At-Tarmidzi)

Bertaqwalah kepada Allah di mana pun engkau berada dan ikutilah perbuatan jahat itu dengan kebaikan, agar terhapuslah kejahatan dan bergaullah dengan sesame manusia yang berbudi luhur.(HR. At-Tarmidzi)

Jika seorang memasukkan makanan haram ke dalam perutnya, maka tidak akan diterima doanya selama empat puluh hari. Dan siapa saja yang dagingnya tumbuh dari makanan haram dan riba, maka neraka lebih layak untuknya… (HR. Muslim)

Ya Allah, Jadikanlah bulan ini kepada kami dalam kondisi aman & hati kami penuh dengan keimanan, & jadikanlah pula bulan ini kepada kami dengan kondisi selamat dan hati kami penuh dengan keislaman. Rabb ku dan Rabb mu Allah. Bulan petunjuk dan bulan kebaikan. (HR. Turmudzi)

Minggu, 08 Januari 2012

Renungan Hikmah

"Sesungguhnya misal (penciptaan) Isa di sisi Allah, adalah seperti (penciptaan) Adam. Allah menciptakan Adam dari tanah, kemudian Allah berfirman kepadanya " Jadilah" (seorang manusia), maka jadilah dia". (QS. Ali Imran : 59)

Assalamu'alaikum warohmatullahi wabarokatuh
Kerukuman umat beragama dan menjaga toleransi, tidak benar bila dilakukan dengan cara mengaburkan aqidah umat. Menyuburkan tradisi merayakan hari besar agama secara bersama-sama, seperti yang selama ini terjadi, bukan menyuburkan kerukunan dan toleransi beragama, tapi justru mengaburkan prinsip aqidah, dan menumbuhkan kebohongan-kebohongan dan kemunafikan dalam menjalankan agama.
Wassalamu'alaikum warohmatullahi wabarokatuh

Sumber : Pengurus Takmis Masjid Agung Al Azhar

Jumat, 06 Januari 2012

Kerusakan Merayakan Tahun Baru 2012 M

Drs. Saepudin Daerun

Manusia di berbagai negeri sangat antusias menyambut perhelatan yang hanya setahun sekali ini. Hingga walaupun sampai lembur pun, mereka dengan rela dan sadar menunggu pergantian tahun. Namun bagaimanakah pandangan Islam mengenai perayaan tersebut? Apakah mengikuti dan merayakan diperbolehkan?

Sejarah Tahun Baru Masehi
Tahun baru pertama kali dirayakan pada tanggal 1 Januari 45 SM (sebelum masehi). Tidak lama setelah Julius Caesar dinobatkan sebagai kaisar Roma, ia memutuskan untuk mengganti penanggalan tradisional Romawi yang telah diciptakan sejak abad ke tujuh SM. Dalam mendesain kalender baru ini, Julius Caesar dibantu oleh Sosigenes, seorang ahli astronomi dari Iskandariah, yag menyarankan agar penanggalan baru itu dibuat dengan mengikuti revolusi matahari, sebagaimana yang dilakukan orang-orang mesir. Satu tahun dalam penanggalan baru itu dihitung sebanyak 365 seperempat hari dan Caesar menambahkan 67 hari pada tahun 45 SM sehingga tahun 46 SM dimulai pada 1 Januari. Caesar juga memerintahkan agar setiap empat tahun,

Kamis, 05 Januari 2012

Menyikapi Rejeki


Nabi Musa menyaksikan seorang fakir, yang karena kefakirannya tidur di atas tanah padang pasir tanpa baju. Setelah beliau mendekatinya, si fakir berkata, “Wahai Musa, mohonlah kepada Allah agar member saya sedikit rejeki yang dapat membebaskan saya dari kemiskinan ini”.

Karena prihatin melihat kondisi si fakir, Nabi Musa lalu memohon kepada Allah agar dikaruniakan kepadanya rejeki yang diperlukannya, lalu beliau segera melanjutkan perjalannya ke gunung untuk bermunajat kepada Allah SWT.

Hari berikutnya, Nabi Musa pulang melalui jalan yang sama dan melihat si fakir yang telah dia doakan dalam keadaan terikat, babak belur dan dikelilingi oleh sekelompok orang.

Nabi Musa AS bertanya, “Apa yang telah terjadi?” Mereka menjawab, “Baru saja dia mendapatkan uang, lalu digunakannya untuk minum arak sampai mabuk dan melakukan penyerangan hingga membunuh seseorang. Dan sekarang mereka menangkapnya untuk melaksanakan hokum qishash dan menggantungnya”.

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...