Pages

Rabu, 30 November 2011

Sambutan Tahun Baru Hijriah 1433

Hijrah (Ilustrasi)
Bulletin Jum'at-Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh

Ketika memasuki tahun baru Islam, seorang muslim seharusnya berusaha untuk dapat mengamalkan nilai-nilai tauhid, seperti yang telah dicontohkanoleh kaum Muhajirin ketika hijrah dari Makah ke Madinah, yakni menjadi seorang Muhajir yang selalu bergerak mendambakan perubahan. Pribadi muhajir tidak mengenal bersikap pasif, berdiri menunggu bola dioper, mengkritik, dan menyalahkan orang lain, tapi pribadi muhajir mampu melakukan amal-amal positif, amal soleh, baik untuk dirinya, keluarganya, maupun untuk masyarakat dan bangsanya.

Menangis dan Tertawa


Bulletin Jum'at-"Maka hendaklah mereka tertawa sedikit dan menangis banyak, sebagai pembalasan dari apa yang selalu mereka kerjakan". (QS. At-Taubah [9] : 82)

Muqaddimah
Alhamdulillah dan shalawat salam semoga senantiasa dilimpahkan kepada Junjungan kita Nabi Muhammad saw. Pada edisi yang lalu kami hidangkan judul sederahana "Insya Allah". Senang rasanya, Buletin ini bisa mengingatkan apalagi mencerahkan. Ketika pertanyaan Kaum Quraish, Beliau didiamkan Allah selama 15 hari dengan tidak diturunkan wahyu dan turun ayat menegur Beliau. Wajarlah, jika sedih, karena Beliau juga manusia. Demikian juga pada saat yang lain gembira dan tertawa. Itulah naluri dan fitrah yang sudah Allah titipkan kepada setiap insan. Untuk melengkapi urian itu, maka kalini kami hidangkan tema "Menangis dan Tertawa". Bagaimana pandangan Agama dan relevansinya dalam kehidupan kita. Semoga bermanfaat dan mencerahkan. Amin

Menangis dan Tertawa : Naluriah
Pernahkah kita diajari menangis dan tertawa? Mana lebih dahulu kita menangis daripada tertawa? Bahkan kita tidak tahu sejak kapan kita mulai menangis dan tertawa. Manusia yang dilahirkan menangis tanpa diajari, kemudian baru ia tertawa. Konon, Imam Ali kw, memberi petuah. "Ketika kau lahir orang lain disekitarmu menangis. Tapi, kelah kau harus tersenyum meninggalkan dunia ini, sementara orang disekitarmu menangis". Selagi seseorang masih waras, maka ia pasti akan menangis tatkala sedih dan tertawa (tersenyum) disaat gembira. Kita lebih mudah dan sering tertawa daripada menangis. Setiap hari entah berapa kali kita tertawa terbahak-bahak, meskipun yang dinilai sedekah adalah senyum diiringi tawa yang wajar. Sementara menangis, sekali sebulan atau sekali setahun pun tidak. Keduanya memiliki filosofi dan makna yang sama meskipun ekspresinya berbeda. Keduanya adalah karunia yang patut disyukuri dan menjadi obat yang menyehatkan. "Dan bahwasanya Dialah yang menajadikan orang tertawa dan menangis. Dan kamu mentertawakan dan tidak menangis". (QS. An-Najm [53] : 43, 60). Demikian Al-Qur'an mengingatkan.

Menangis dalam Sepi

Menangis dalam Do'a
Bulletin Jum'at-Dari Abu Hurairah ra. berkata, bahwa Nabi SAW telah bersabda :
"Ada Tujuh kelompok yang akan mendapat naungan Allah pada hari yang tidak ada naungan kecuali naungan-Nya yaitu : ....., dan seseorang yang berzikir kepada Allah di tempat yang sunyi kemudian keua matanya melelehkan air mata" (HR Bukhari Muslim)

Minggu, 20 November 2011

Kata Bermakna

Bulletin Jum'at
  1. Mohonlah (Kepada Allah SWT) agar diturunkan-Nya rezeki dengan cara banyak bersedekah
  2. Sedekah adalah obat yang manjur.
  3. Peliharalah iman kalidan dengan bersedekah
  4. Jika kalian jatuh miskin, maka berdaganglah dengan Allah Ta'ala dengan bersedekah
sumber : buletin al-falah edisi ke-321/xi/2011

Tuhan, Rengkuh Kami Dalam Petunjukmu

Bulletin Jum'at-Janganlah kamu saling dengki dan iri, dan jangan pula mengungkit keburutkan orang lain. Jangan saling benci dan jangan saling bermusuhan serta jgangan saling menawar lebih tinggi atas penawaran yang lain. Jadilah hamba-hamba Allah yang bersaudara. Seorang muslim adalah saudara muslim lainnya dengan tidak menzaliminya, tidak mengecewakannya, tidak membohonginya, dan tidak merendahkannya. Letak taqwa ada disini, (Nabi SAW menunjukkan dada beliau sampai berulang tiga kali). Seorang patut dinilai buruk bila merendahkan saudaranya yang muslim. Seorang muslim haram menumpahkan darah (membunuh), merampas harta, dan menodai kehormatan lainnya". (HR. Muslim)

Hadist di atas sebenarnya merupakan teguran dan peringatan bagi semua umat Islam.

Jumat, 18 November 2011

Hakekat Syukur

Bulletin Jum'at-"Ya Allah, tunjukkanlah di dunia ini siapa temanku di surga nanti", dimikian munajat Nabi Daud as. Allah Swt mengijabah munajat Nabi-Nya dengan menginformasikan bahwa teman Nabi Daud as di Surga nanti adalah seorang tukang kayu. Penasaran dengan kabar tersebut, Nabi Daud as ditemani Sulaeman as, putra tercintanya yang masih belia, mencari manusia yang diinformasikan akan menjadi temannya di surga.

Tak berselang lama mencari, mereka bertemu dengan seorang tukang kayu. Diikuti dan diperhatikannya bagaimana tukang kayu tersebut menebang, memotong dan menjual kayunya. Belum terlihat hal-hal yang istimewa. Sehingga Nabi Daud as memutuskan untuk bertemu dan menginap di rumah Tukang kayu tersebut.

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...