Bulletin Jum'at-Janganlah kamu saling dengki dan iri, dan jangan pula mengungkit keburutkan orang lain. Jangan saling benci dan jangan saling bermusuhan serta jgangan saling menawar lebih tinggi atas penawaran yang lain. Jadilah hamba-hamba Allah yang bersaudara. Seorang muslim adalah saudara muslim lainnya dengan tidak menzaliminya, tidak mengecewakannya, tidak membohonginya, dan tidak merendahkannya. Letak taqwa ada disini, (Nabi SAW menunjukkan dada beliau sampai berulang tiga kali). Seorang patut dinilai buruk bila merendahkan saudaranya yang muslim. Seorang muslim haram menumpahkan darah (membunuh), merampas harta, dan menodai kehormatan lainnya". (HR. Muslim)
Hadist di atas sebenarnya merupakan teguran dan peringatan bagi semua umat Islam.
Pertama, merupakan sebuah peringatan, agar kaum muslimin tidak saling menjauhi, maksudnya antara yang satu dengan yang lainnya tidak saling menaruh rasa iri hati, dengki, dan bercerai-berai, sehingga menimbulkan retaknya dan lemahnya persaudaraan di tengah-tengah mereka.
Kedua, adalah anjuran, yakni agar umat Islam senantiasa menanamkan rasa ukhuwah Islamiyah yang kokoh, menyambung silaturrahmi, hidup rukun berbangsa dan bernah air, serta tolong-menolong dalam kebajikan, saling tegur sapa, saling menasehati dalam berbuat kebaikan dan mencegah kemungkaran. Kita masih ingat buletin kita yang baru lalu, Amar ma'ruf dan nahi Munkar.
Mengapat tidak memaafkan? Hilangkan rasa dusta, munafik, ghibah, mencari-cari kesalahan orang lain, dengki, sombong, zalim, permusuhan dan kebencian, sifat pemarah, melanggar janji, saling hianat, pelit, kikir, serakah, tamak, berbantah-bantahan, (diantara kita sesama Muslim).
Perlunya hidup rukun berbangsa, bertanah air adalah dalam rangka menciptakan satu gaya hidup yang islami, segala tingkah laku, sikap, ucapan, garak-gerik manusia senantiasa bertolah ukur pada kitabullah Al-Qur'an dan Sunnah Rasulullah SAW. Kerukunan hidup umat manusia mampu melahirkan persatuan, dan sanggup membentuk satu persaudaraan yang kokoh di mana pada akhirnya nanti akan tercipta suatu kebersamaan, keselarasan dan kemaslahatan hidup yang lebih berarti. Salah satu kunci keberhasilannya adalah tolong-menolong antarsesama. Kerukunan hidup umat beragama tak dilarang. Rukunnya hidup antar umat beragama dapat menciptakan hidup tenang dan damai, tanpa ada salah satu pihak yang mengganggu hak-hak lainnya. Tetapi kerukungan hidup antarumat bergama itu jangan sampai mengikis aqidah dan melemahkan keyakinan serta keimanan kita kepada Allah SWT. Kewaspadaan harus dijaga agar umat Islam tidak ada jalan kecuali membentengi diri dari pengaruh dari manapun jangan terhanyut oleh ajaran-ajaran agama lain dalam hal apapun.
Rasulullah SAW bersabda :
"Tiga perbuatan yang termasuk sangat baik, yaitu berdzikir kepada Allah dalam segala situasi dan kondisi, saling menyadarkan satu sama lain, dan menyantuni saudara-saudaranya (yang memerlukan)".(HR. Addailami)
Apa yang kita peroleh dari perdebatan?
Akal adalah cahaya terang yang menuntun manusia menjauh dari gelapnya kejahilan, dan membebaskannya dari permasalahannya. Kita membanggakan diri sebagai satu-satunya makhluk yang memiliki akal, seraya mengatakan bahwa dengan akal kita memahami hal-hal, sebab-sebabnya, akibat-akibatnya, dan hubungannya dengan masalah lain. Namun celakalah kita apabila berusaha mengungkapkan kejahilan, kebodohan, kekeliruan dalam bidang apapun, semuanya itu tak akan pernah mengubah jalan pikiran orang lain dan tak akan menerima keyakinan kita, walau dalam hatinya sudah ragu akan kebenarnnya sendiri.
Dalama Al-Qur'an Allah SWT berfirman :
"Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai"(QS. Ali-Imran : 103)
Islam senantiasa membimbing dan mengajarkan para pemelukknya agar membina persaudaraan dan menghentikan segala perselisihan, pertikaian dan permusuhan. Dalam bentuk apapun skandal kriminalitas atau kejahatan yang menguak di atas bumi ini akan menyebabkan pembunuhan dan kekerasan antar sesama umat. Jika mereka cenderung berselisih dan bermusuhan, maka itulah pertanda suatu kehancuran bangsa dan binasanya kehidupan umat. Kehancuran itu timbul, semata-mata ulang tangan manusia itu sendiri. Persis apa yang difirmankan Allah SWT. dalam Al-Qur'anul Karim :
"Telah nempak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supa Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).
Tugas manusia sebagai khalifah Allah di muka bumi adalah memelihara alam kehidupnnya. Menjaganya dengan menghentikan perilaku jahat serta buruknya. Baik terhadap alam sekitar, sesama umat manusia, bahkan terhadap hewan sekalipun, manusia harus menjaganya yang senantiasa diwarnai oleh rasa kasing sayang dan cinta mencintai antarsesama demikian pula sebaliknya. Karena sifat demikian itu menggambarkan kelemah lembutan yang memancar dari akhlaqul karimah. Begitu juga halnya hidup tolong menolong adalah nafas dari persatuan dan kesatuan umat, dlam setiap langkahnya senantiasa terlukis dan terpencar rasa kebersamaan dan kesetia kawanan yang kokoh nan abadi.
Sabda Rasulullah SAW :
"Kekuatan disertakan kepada jamaah. Barang siapa menyimpang (serong dan memisahkan diri) maka dia menyimpang untuk menuju neraka".(HR. Attirmidzi)
Orang yang tidak percaya diri memiliki kepekaan berlebihan, sehingga ia menderita karena cobaan yang kecil sekalipun. Kenangan dari cobaan itu tetap tinggal dalam pikiran bawah sadarnya dan mempengaruhi tindakan, kata-kata, dan pikirannya. Ia pun mudah menjadi korban depresi dan kecurigaan dan tidak menyadari penyebab di balik penderitaannya.
Islam senantiasa menyuruh kita berdamai. Damai dengan Yang Maha Pencipta, damai dengan sesama dan damai dengan diri sendiri. Karena perdamaian adalah tujuan agama Islam. Dan sesungguhnya ajaran dan aturan-aturan yang ada dalam Islam membimbing ke arah terciptanya perdamaian kepada seluruh umat dan masyarakat dan terus kita pertahanakan.
"Allah mnenyeru (manusia) ke Darussalam (tempat damai surga), dan menunjuki orang yang dikehendaki-Nya kepada jalan yang lurus (Islam)".(QS. Yunus : 25)
Saat ini bangsa Indonesia sedang dilanda krisis moral, terutama krisis ukhuwah dan krisis ekonomi. Dan ini kita selesaikan hanya dengan kesatuan dan persatuan bangsa, satu tekad, satu kemauan, satu kata dengan perbuatan. Dan Iman yang kokoh, menjauhkan pencurian uang rakyat, dengan semangat membangun kembali kesatuan dan persatuan bangsa, jauhkan jihad yang salah itu, korbannya dalah saudara kita yang tidak tahu apa-apa, hanya pencari sesuap nasi setiap hari. Ciptakan dan jadikanlah negara; baldatun thayyibatun warabbun ghafur, aman dan damai lohjinawi kertaraharja.
Firman Allah SWT :
"Jikalau sekrianya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbutannya". (QS. Al-A'raf : 96)
Wallahu a'alam
sumber : buletin al-falah edisi ke-321/xi/2011
Hadist di atas sebenarnya merupakan teguran dan peringatan bagi semua umat Islam.
Pertama, merupakan sebuah peringatan, agar kaum muslimin tidak saling menjauhi, maksudnya antara yang satu dengan yang lainnya tidak saling menaruh rasa iri hati, dengki, dan bercerai-berai, sehingga menimbulkan retaknya dan lemahnya persaudaraan di tengah-tengah mereka.
Kedua, adalah anjuran, yakni agar umat Islam senantiasa menanamkan rasa ukhuwah Islamiyah yang kokoh, menyambung silaturrahmi, hidup rukun berbangsa dan bernah air, serta tolong-menolong dalam kebajikan, saling tegur sapa, saling menasehati dalam berbuat kebaikan dan mencegah kemungkaran. Kita masih ingat buletin kita yang baru lalu, Amar ma'ruf dan nahi Munkar.
Mengapat tidak memaafkan? Hilangkan rasa dusta, munafik, ghibah, mencari-cari kesalahan orang lain, dengki, sombong, zalim, permusuhan dan kebencian, sifat pemarah, melanggar janji, saling hianat, pelit, kikir, serakah, tamak, berbantah-bantahan, (diantara kita sesama Muslim).
Perlunya hidup rukun berbangsa, bertanah air adalah dalam rangka menciptakan satu gaya hidup yang islami, segala tingkah laku, sikap, ucapan, garak-gerik manusia senantiasa bertolah ukur pada kitabullah Al-Qur'an dan Sunnah Rasulullah SAW. Kerukunan hidup umat manusia mampu melahirkan persatuan, dan sanggup membentuk satu persaudaraan yang kokoh di mana pada akhirnya nanti akan tercipta suatu kebersamaan, keselarasan dan kemaslahatan hidup yang lebih berarti. Salah satu kunci keberhasilannya adalah tolong-menolong antarsesama. Kerukunan hidup umat beragama tak dilarang. Rukunnya hidup antar umat beragama dapat menciptakan hidup tenang dan damai, tanpa ada salah satu pihak yang mengganggu hak-hak lainnya. Tetapi kerukungan hidup antarumat bergama itu jangan sampai mengikis aqidah dan melemahkan keyakinan serta keimanan kita kepada Allah SWT. Kewaspadaan harus dijaga agar umat Islam tidak ada jalan kecuali membentengi diri dari pengaruh dari manapun jangan terhanyut oleh ajaran-ajaran agama lain dalam hal apapun.
Rasulullah SAW bersabda :
"Tiga perbuatan yang termasuk sangat baik, yaitu berdzikir kepada Allah dalam segala situasi dan kondisi, saling menyadarkan satu sama lain, dan menyantuni saudara-saudaranya (yang memerlukan)".(HR. Addailami)
Apa yang kita peroleh dari perdebatan?
Akal adalah cahaya terang yang menuntun manusia menjauh dari gelapnya kejahilan, dan membebaskannya dari permasalahannya. Kita membanggakan diri sebagai satu-satunya makhluk yang memiliki akal, seraya mengatakan bahwa dengan akal kita memahami hal-hal, sebab-sebabnya, akibat-akibatnya, dan hubungannya dengan masalah lain. Namun celakalah kita apabila berusaha mengungkapkan kejahilan, kebodohan, kekeliruan dalam bidang apapun, semuanya itu tak akan pernah mengubah jalan pikiran orang lain dan tak akan menerima keyakinan kita, walau dalam hatinya sudah ragu akan kebenarnnya sendiri.
Dalama Al-Qur'an Allah SWT berfirman :
"Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai"(QS. Ali-Imran : 103)
Islam senantiasa membimbing dan mengajarkan para pemelukknya agar membina persaudaraan dan menghentikan segala perselisihan, pertikaian dan permusuhan. Dalam bentuk apapun skandal kriminalitas atau kejahatan yang menguak di atas bumi ini akan menyebabkan pembunuhan dan kekerasan antar sesama umat. Jika mereka cenderung berselisih dan bermusuhan, maka itulah pertanda suatu kehancuran bangsa dan binasanya kehidupan umat. Kehancuran itu timbul, semata-mata ulang tangan manusia itu sendiri. Persis apa yang difirmankan Allah SWT. dalam Al-Qur'anul Karim :
"Telah nempak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supa Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).
Tugas manusia sebagai khalifah Allah di muka bumi adalah memelihara alam kehidupnnya. Menjaganya dengan menghentikan perilaku jahat serta buruknya. Baik terhadap alam sekitar, sesama umat manusia, bahkan terhadap hewan sekalipun, manusia harus menjaganya yang senantiasa diwarnai oleh rasa kasing sayang dan cinta mencintai antarsesama demikian pula sebaliknya. Karena sifat demikian itu menggambarkan kelemah lembutan yang memancar dari akhlaqul karimah. Begitu juga halnya hidup tolong menolong adalah nafas dari persatuan dan kesatuan umat, dlam setiap langkahnya senantiasa terlukis dan terpencar rasa kebersamaan dan kesetia kawanan yang kokoh nan abadi.
Sabda Rasulullah SAW :
"Kekuatan disertakan kepada jamaah. Barang siapa menyimpang (serong dan memisahkan diri) maka dia menyimpang untuk menuju neraka".(HR. Attirmidzi)
Orang yang tidak percaya diri memiliki kepekaan berlebihan, sehingga ia menderita karena cobaan yang kecil sekalipun. Kenangan dari cobaan itu tetap tinggal dalam pikiran bawah sadarnya dan mempengaruhi tindakan, kata-kata, dan pikirannya. Ia pun mudah menjadi korban depresi dan kecurigaan dan tidak menyadari penyebab di balik penderitaannya.
Islam senantiasa menyuruh kita berdamai. Damai dengan Yang Maha Pencipta, damai dengan sesama dan damai dengan diri sendiri. Karena perdamaian adalah tujuan agama Islam. Dan sesungguhnya ajaran dan aturan-aturan yang ada dalam Islam membimbing ke arah terciptanya perdamaian kepada seluruh umat dan masyarakat dan terus kita pertahanakan.
"Allah mnenyeru (manusia) ke Darussalam (tempat damai surga), dan menunjuki orang yang dikehendaki-Nya kepada jalan yang lurus (Islam)".(QS. Yunus : 25)
Saat ini bangsa Indonesia sedang dilanda krisis moral, terutama krisis ukhuwah dan krisis ekonomi. Dan ini kita selesaikan hanya dengan kesatuan dan persatuan bangsa, satu tekad, satu kemauan, satu kata dengan perbuatan. Dan Iman yang kokoh, menjauhkan pencurian uang rakyat, dengan semangat membangun kembali kesatuan dan persatuan bangsa, jauhkan jihad yang salah itu, korbannya dalah saudara kita yang tidak tahu apa-apa, hanya pencari sesuap nasi setiap hari. Ciptakan dan jadikanlah negara; baldatun thayyibatun warabbun ghafur, aman dan damai lohjinawi kertaraharja.
Firman Allah SWT :
"Jikalau sekrianya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbutannya". (QS. Al-A'raf : 96)
Wallahu a'alam
sumber : buletin al-falah edisi ke-321/xi/2011
Tidak ada komentar:
Posting Komentar